Logo Bloomberg Technoz

Gerak Rupiah Jelang Rilis Data Ekonomi Esok Hari

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 June 2026 09:23

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan sesi perdagangan Selasa (30/6/2026) sebesar 0,13% ke Rp17.871/US$. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahannya menjadi 0,2% ke Rp17.883/US$. 

Sehari menjelang rilisnya data inflasi, pergerakan rupiah pagi ini diliputi oleh sejumlah sentimen. 

Pertama, berdasarkan Bloomberg Survey terhadap 21 ekonom dan analis, Indonesia diperkirakan masih tetap tumbuh di angka 5% pada tahun ini, tertopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga. 


Hal ini didukung oleh kebijakan pemerintah yang memberikan paket stimulus dan insentif dari sisi penerimaan untuk menopang pertumbuhan hingga akhir tahun dengan anggaran senilai Rp26,34 triliun. 

Kedua, adanya sentimen perbaikan surplus neraca dagang (trade balance) yang berdasarkan konsensus Bloomberg periode Mei 2026 akan mencapai median estimasi di angka US$1,06 miliar, membaik dari posisi sebelumnya US$89,1 juta.  

Bloomberg Survey, neraca perdagangan RI diperkirakan membaik. (Bloomberg)