Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Buntung, Indonesia Siap Dapat Untung

Redaksi
26 June 2026 18:18

Harga Minyak Melambung, Ini Deretan Kebijakan RI Bebani APBN 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Harga Minyak Melambung, Ini Deretan Kebijakan RI Bebani APBN 2026 (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga minyak dunia kembali kehilangan premi risiko geopolitiknya. Data Bloomberg pada Jumat (26/6/2026) menunjukkan harga kontrak Brent turun ke US472,51 per barel, setelah sempat menyentuh puncak US$118,35 per barel pada 31 Maret. 

Dengan begitu, harga minyak telah terpangkas sekitar 38,7% dari level tertingginya, sekaligus mendekati rata-rata pergerakan awal tahun. 

Penurunan ini terjadi seiring dengan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Setelah beberapa pekan pasar diliputi kekhawatiran terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, risiko itu sekarang mulai dipandang jauh lebih kecil. 


Memang, ketegangan antara AS dan Iran belum sepenuhnya mereda karena masih terdapat perbedaan sikap terkait konflik yang melibatkan Israel dan Lebanon. Namun, risiko terganggunya pasokan minyak global mulai berkurang.

Sejumlah fasilitas produksi di kawasan Teluk dikabarkan telah kembali beroperasi, sementara produsen minyak dilaporkan kembali aktif menawarkan pasokan kepada para pembeli, menandakan normalisasi di sisi suplai.

Pergerakan harga minyak Brent year-to-date (Bloomberg)