Harga aset ini turun usai berhasil mencatat kenaikan dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga terangkat 2,18%.
Jadi, sepertinya investor melihat ada ruang untuk mencairkan keuntungan. Aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu faktor penyebab koreksi harga emas.
Juni menjadi periode yang berat bagi emas. Sejauh ini, harga anjlok lebih dari 10% dan menjadi koreksi selama empat bulan beruntun.
Meski melemah, harga emas masih bertahan di atas US$ 4.000/troy ons. “Ini menunjukkan bahwa ada yang menjaga harga di level tersebut. Saya memperkirakan harga emas menjadi lebih tahan terhadap volatilitas di Timur Tengah, terutama karena sekarang kenaikan secara year-to-date sudah resmi terhapus,” tutur Justin Lin, Analis di Global X ETFs Australia, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Sebagai informasi, harga emas sudah turun hampir 7% sepanjang 2026.
(aji)




























