Logo Bloomberg Technoz

PDIP: Penghapusan Latihan Militer Bisa Hemat Dua Pertiga Anggaran

Dovana Hasiana
30 June 2026 11:40

Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Dok. DPR RI)
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Dok. DPR RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali mengkritik kebijakan pemerintah menerapkan latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) pada Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. 

Politikus PDIP yang juga Anggota Komisi I DPR, Mayor Jenderal (Purnawirawan) TB Hasanuddin mengatakan, penghapusan latihan militer bisa menghemat 66% anggaran pendidikan calon SPPI. Menurut dia, pemerintah bisa berfokus pada pendidikan kompetensi manajerial.

Dia mengatakan, program SPPI tercatat berjalan selama 45 hari yang terdiri dari 30 hari latihan dasar militer, dan 15 hari pembelajaran substansi manajerial. Menurut dia, per orang, membutuhkan biaya Rp5 juta per pekan atau tujuh hari. Sehingga total biaya pelatihan lebih dari Rp30 juta per orang.


"Apabila latihan militer dihilangkan [30 hari berbiaya lebih dari Rp20 juta per orang], negara dapat menghemat sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," kata TB Hasanuddin dikutip, Selasa (30/06/2026).

Pada saat ini, menurut dia, total peserta SPPI khusus Koperasi Desa Merah Putih mencapai 35.476 peserta; sedangkan Kampung Nelayan Merah Putih sebanyak 5.476 peserta. Penghapusan latihan militer, bisa memberikan penghematan anggaran pemerintah untuk program lainnya.