Logo Bloomberg Technoz

Masih Relevankah Harga Gas Industri US$7/MMBtu dalam HGBT?

Sabrina Mulia Rhamadanty
30 June 2026 11:00

Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue
Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menyebutkan penerapan harga gas pipa senilai US$7/MMBtu dalam program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sudah tidak relevan dari sisi operasional. 

“Harga US$7/MMBtu menjadi tidak relevan secara operasional, karena bukan lagi harga yang sebenarnya dibayar industri,” ungkap Yayan saat dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Yayan menjelaskan penurunan realisasi alokasi gas pipa untuk HGBT menjadi pemicu utama. 


Pada awal 2026, realisasi pasokan gas pipa berharga murah ini anjlok hingga menyisakan 46%, sehingga secara keseluruhan hanya mampu menutup sekitar 27,5% dari total kebutuhan alokasi industri. 

Untuk menutupi kekurangan tersebut, pelaku usaha terpaksa membeli gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang telah diregasifikasi dengan harga pasar yang jauh lebih mahal dari gas pipa.