Menebak Harga Emas Minggu Ini, Bisa Naik atau Turun Lagi?
Hidayat Setiaji
29 June 2026 07:14

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia turun pada perdagangan pekan lalu. Bagaimana peluang harga sang logam mulia minggu ini?
Pada Jumat (26/6/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup US$ 4.087/troy ons. Menguat 1,5% dibandingkan hari sebelumnya.
Akan tetapi, lonjakan tersebut belum cukup untuk membuat harga emas mencatat kenaikan mingguan. Sepanjang perdagangan pekan lalu, harga aset ini malah anjlok 1,56% secara point-to-point.
Koreksi tersebut membuat harga emas turun empat minggu beruntun. Ini menjadi rentetan koreksi mingguan terpanjang sejak Agustus 2023.
Keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS) membuat harga emas tertekan. Emas adalah aset yang dibanderol dalam greenback. Ketika dolar AS terapresiasi, maka emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain sehingga menjdi kurang atraktif.
Pekan lalu, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) mencatat penguatan 0,51%.
Dolar AS terdorong oleh nada (tone) bank sentral Federal Reserve yang hawkish. Dalam rapat Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) bulan ini, Gubernur Kevin Warsh menegaskan komitmen The Fed terhadap stabilitas harga dan mengarahkan inflasi menuju target 2%.
Berdasarkan dot plot terbaru, mayoritas Anggota FOMC melihat adanya kenaikan suku bunga acuan tahun ini, bisa sekali atau dua kali.
“Saat situasi pasar sedang dalam tekanan, investor kerap kali menjual apa yang bisa dijual, bukan apa yang mereka mau jual. Emas sudah menjadi pemenang dalam setahun terakhir, sehingga bisa menjadi sumber dana Ketika dibutuhkan,” kata Charu Chanana, Chief Investment Strategist di Saxo Markets, seperti diberitakan Bloomberg News.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk minggu ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas terjebak di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan pekan ini, harga emas berpotensi naik. Koreksi yang sudah terjadi empat minggu beruntun tentu membuka ruang untuk technical rebound.
Moving Average (MA) 5 di US$ 4.172/troy ons sepertinya bisa menjadi target resisten terdekat. Jika tertembus, maka harga emas bisa saja melesat menuju MA-10 di US$ 4.378/troy ons.
Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 4.482/troy ons.
Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 4.065/troy ons bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga emas ke rentang US$ 3.958-3.894/troy ons.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 3.697/troy ons.























