Logo Bloomberg Technoz

Di AS, kebangkitan pasar saham berhasil mematahkan keraguan para skeptis, mengingat reli ini terjadi di tengah situasi perang, guncangan pasokan minyak, dan kecemasan terkait inflasi. Sejak menyentuh titik terendah tiga bulan lalu, indeks S&P 500 telah mencatatkan salah satu pemulihan tercepat di abad ini, dengan lonjakan hingga 20% dari level terendah 30 Maret ke puncak tertingginya pada 2 Juni, sebuah fenomena yang baru terjadi tiga kali sejak tahun 2000.

"Pembalikan arah yang kita saksikan saat ini adalah perkembangan yang sangat dinantikan oleh para pelaku pasar yang optimistis," kata Matt Maley dari Miller Tabak. "Kami tetap meyakini dengan kuat bahwa pergerakan di sektor teknologi akan terus menjadi motor penggerak utama di pasar saham."

Menurut Maley, sektor teknologi tidak harus terus mencatat kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan sektor lain, tetapi sektor tersebut juga tidak boleh mengalami penurunan signifikan mengingat bobotnya yang besar dalam indeks S&P 500. Jika tidak, investor ritel bisa mulai mengalihkan dana mereka ke aset tunai, terutama setelah selama setahun terakhir banyak muncul pembicaraan mengenai potensi gelembung di pasar.

Di pasar komoditas, minyak mentah AS mempertahankan penguatannya menjelang pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan berlangsung di Doha. Komoditas tersebut diperdagangkan di kisaran US$70,15 per barel. Harga emas relatif stabil di sekitar US$4.015 per ons. Dolar AS melemah, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak relatif datar selama sesi perdagangan di New York.

Perhatian pelaku pasar di Asia akan tertuju pada pergerakan yen. Di satu sisi, pelemahan mata uang Jepang meningkatkan keuntungan eksportir dan membantu mendorong indeks saham negara itu ke rekor tertinggi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut meningkatkan biaya impor, membebani rumah tangga, serta menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Bank of Japan (BoJ) pada 16 Juni lalu menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1%, level tertinggi sejak 1995. Namun, dampaknya terhadap yen relatif terbatas karena pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat.

Sementara itu, Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Iran akan kembali digelar pada Selasa setelah kedua pihak sepakat menghentikan serangkaian serangan balasan di sekitar Selat Hormuz. Meski demikian, serangan terbaru menjadi pengingat bahwa gencatan senjata antara kedua negara masih rapuh.

Suasana di pasar obligasi AS relatif tenang setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Deputi Gubernur Federal Reserve Lisa Cook tetap dapat menjalankan tugasnya untuk sementara waktu. Putusan tersebut dinilai memperkuat independensi bank sentral dari Gedung Putih.

"Federal Reserve yang dipersepsikan berada di bawah arahan politik kemungkinan akan menambah premi risiko secara permanen terhadap aset-aset berbasis dolar AS," kata Michael Reynolds dari Glenmede. "Hilangnya risiko tersebut, meskipun sebelumnya hanya sedikit diperhitungkan pasar, menjadi sentimen positif yang penting bagi stabilitas prospek suku bunga jangka panjang."

Pergerakan utama pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah hingga pukul 09.00 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng relatif tidak berubah.
  • Indeks Topix Jepang naik 0,5%.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia relatif tidak berubah.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,1%.

Mata uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
  • Euro relatif stabil di US$1,1418.
  • Yen Jepang relatif stabil di level 161,93 per dolar AS.
  • Yuan offshore relatif stabil di level 6,8001 per dolar AS.

Kripto

  • Bitcoin turun 0,2% menjadi US$60.122,12.
  • Ether turun 0,4% menjadi US$1.609,63.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tidak berubah di level 4,37%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun turun dua basis poin menjadi 4,73%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,7% menjadi US$70,25 per barel.
  • Harga emas spot relatif tidak berubah.

Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages