Logo Bloomberg Technoz

LNG Didiskon, Industri Keramik Harap Alokasi HGBT Naik Jadi 80%

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 June 2026 10:00

Lantai keramik./Bloomberg-David Paul Morris
Lantai keramik./Bloomberg-David Paul Morris

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) berharap pemerintah meningkatkan alokasi gas bumi yang disalurkan melalui program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi sekitar 70%—80%, seperti yang pernah diterapkan sebelumnya, meski harga gas alam untuk industri telah didiskon.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyatakan porsi HGBT dengan besaran tersebut dapat meningkatkan resiliensi industri nasional di tengah ketatnya persaingan regional dan derasnya arus produk impor, terutama dari China dan India.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah atas perhatian dan langkah cepat yang telah diambil. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya saing industri nasional, serta melindungi keberlangsungan lapangan kerja," kata Edy dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).


Menurut Edy, turunnya harga gas industri berpotensi mengurangi tekanan biaya energi yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar industri keramik nasional. Terlebih, biaya energi gas tercatat mencapai sekitar 50% dari total biaya produksi keramik.

Produsen Toilet Toto Meningkatkan Produksi Keramiknya untuk Produsen Chip AI (Bloomberg)

Bagaimanapun, Edy menyambut langkah pemerintah menurunkan harga gas alam cair atau liquified nautral gas (LNG) untuk industri dan meningkatkan alokasi HGBT menjadi 50%.