Logo Bloomberg Technoz

Gelombang Panas Meluas ke Eropa Timur, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

Redaksi
30 June 2026 10:10

Warga menyejukkan diri di Parc Andre Citroen selama gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)
Warga menyejukkan diri di Parc Andre Citroen selama gelombang panas di Paris, Prancis, Selasa (1/7/2025). (Anita Pouchard Serra/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dalam laporan, sejumlah wilayah di Eropa dilanda gelombang panas ekstrem, pada Senin (29/6). Memecahkan rekor pekan lalu, gelombang panas mulai bergeser ke arah timur, membawa kondisi berbahaya ke kawasan baru di benua tersebut.

Dilansir dari Guardian, wilayah Budapest diperkirakan akan mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pada Selasa (30/6) menurut model dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts.

Belgrade dan Bucharest masing-masing mencatat suhu 38 derajat Celsius dan 37 derajat Celsius pada Senin seiring gelombang panas, yang telah dikaitkan dengan ratusan kematian di Eropa Barat, bergerak ke arah timur. 


Slovakia mencetak rekor suhu baru dengan mencapai 40,5 derajat Celsius di sebuah kota perbatasan di bagian selatan, melampaui rekor sebelumnya 40,3 derajat Celsius yang tercatat pada 2007.

"Dua hari terberat dari gelombang panas akan segera tiba. Mari kita tunjukkan bahwa kita mampu bersatu sepenuhnya sebagai bangsa. Mari kita saling menjaga satu sama lain," tulis Perdana Menteri Hungaria, Péter Magyar, di platform X pada Senin.