Adapun saham–saham infrastruktur juga jadi pendorong pelemahan IHSG. Antara lain PT First Media Tbk (KBLV) jatuh 10,6%, PT LinkNet Tbk (LINK) terpangkas 5,9%, dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berkurang 3,1%.
Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga turut melemah kehilangan 1,18% di posisi 576,85.
Saham–saham unggulan LQ45 yang juga bergerak pada teritori negatif dan menyeret IHSG di zona merah antara lain PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) terjatuh 6,45%, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) terpeleset 3,42%, dan PT XLSmart Tbk (EXCL) turun 2,82%.
Adapun sejumlah indeks saham Asia siang hari ini cenderung variatif. KOSDAQ (Korea Selatan), Hang Seng (Hong Kong), SETI (Thailand), TW Weighted Index (Taiwan), Straits Times (Singapura), PSEi (Filipina), dan SENSEX (India), berhasil melaju di zona hijau.
Sementara itu, Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Jepang), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), KOSPI (Korea Selatan), TOPIX (Jepang), KLCI (Malaysia), CSI 300 (China), dan Shanghai Composite (China) terpeleset di zona merah.
Panin Sekuritas memaparkan, pelemahan IHSG dipengaruhi oleh meningkatnya sentimen risk–off global akibat memanasnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah serangkaian serangan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap wait–and–see menjelang rilis data inflasi Indonesia pekan ini seperti indeks PMI manufaktur, inflasi, dan perdagangan luar negeri. Terlebih lagi, berlanjutnya foreign outflow pasca pengumuman MSCI, ketidakpastian kebijakan makro ekonomi domestik, serta rencana pemerintah menarik dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun dari bank-bank Himbara.
“Sentimen tersebut mengesampingkan kinerja keuangan perbankan yang tetap solid, sehingga investor cenderung mempertahankan sikap hati-hati terhadap sektor perbankan,” mengutip riset terbaru Panin Sekuritas.
Sedangkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut, investor turut menantikan perilisan data–data makro ekonomi pekan ini. Mirae Asset berpandangan ada baiknya investor fokus kepada saham pilihan dengan fundamental solid, bervaluasi murah, dan saham yang menunjukkan arah pembalikan tren.
“Gunakan manajemen resiko dengan disiplin,” tegas riset Mirae Asset.
(fad/aji)




























