Logo Bloomberg Technoz

Menurut sejumlah pelaku perbankan yang dikutip Bloomberg, langkah tersebut mencerminkan upaya mengurangi eksposur terhadap Indonesia di tengah meningkatnya kekhawatiran atas arah kebijakan ekonomi pemerintah dan prospek nilai tukar rupiah. 

Pada saat yang sama, pergerakan rupiah sepanjang pekan ini juga akan sangat ditentukan oleh serangkaian rilis data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri. 

Dari AS perhatian akan tertuju pada data nonfarm payrolls yang diperkirakan menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja dibanding bulan sebelumnya, namun dengan tingkat pengangguran yang relatif stabil.

Hasil tersebut, bersama berbagai pernyataan pejabat Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya di Forum ECB, akan menjadi acuan pasar dalam menilai arah kebijakan suku bunga global pada paruh kedua 2026.

Dari dalam negeri, data neraca perdagangan yang akan rilis besok akan menggambarkan ketahanan eksternal Indonesia. Di sisi lain, data inflasi akan memengaruhi sikap otoritas moneter bulan ini. 

Pasar akan mencermati apakah data-data tersebut dapat memperbaiki sentimen terhadap aset domestik, atau justru memperkuat permintaan terhadap dolar AS, sehingga tekanan terhadap rupiah berpotensi kembali meningkat. 

Memasuki kuartal ketiga tahun ini, perhatian investor tak cuma tertuju pada fundamental domestik, tetapi juga akan mempertimbangkan bagaimana kombinasi kebijakan pemerintah, arus modal asing, dan perkembangan ekonomi global. Ketiga hal ini akan membentuk persepsi risiko terhadap Indonesia. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Senin 29 Juni 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, tukar rupiah berpotensi bangkit hari ini. Mata uang Nusantara berpeluang menguat ke resistance terdekatnya di level Rp17.900/US$.

Jika mampu menguat lebih lanjut, maka rupiah bisa saja menuju Rp17.870/US$ dan bahkan mencapai Rp17.800/US$.

Mencermati tren perdagangan sepekan, selama nantinya rupiah berhasil menguat hingga Rp17.800/US$, maka ada potensi untuk lanjut hingga ke Rp17.700/US$.

Namun rupiah memiliki level psikologis di Rp17.950/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya di Rp18.000/US$.

(riset/aji)

No more pages