Ancaman PHK Puluhan Ribu Buruh Dapat Reaksi dari Istana
Cahya Puteri Abdi Rabbi
27 June 2026 11:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengklaim sekitar 55.000 pekerja saat ini berada dalam kondisi terancam pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea mengatakan, ancaman PHK tersebut paling banyak menimpa pekerja yang tergabung dalam konfederasi yang dipimpinnya. Menurut dia, kondisi tersebut sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan satu perusahaan telah menghentikan operasionalnya. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi akan bantu memetakan informasi tersebut.
"Konfederasi KSPSI yang saya pimpin menjadi yang paling terdampak. (Sebanyak) 55 ribu pekerja sudah terancam PHK di depan mata, dan sudah ada satu perusahaan yang tutup, yaitu PT Granito," kata Andi Gani usai pertemuan dengan DPR RI dan Pemerintah, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Ia mengatakan, situasi industri saat ini berada dalam kondisi kritis. Selain ancaman PHK yang sudah terjadi, persoalan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) juga dinilai berpotensi memperbesar jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan apabila tidak segera diselesaikan.
"Yang dapat saya katakan, situasinya sudah sangat kritis. Selain itu, persoalan RKAB juga menyimpan potensi PHK yang sangat besar, bisa mencapai 150 ribu pekerja. Namun saya yakin pemerintah akan bergerak cepat mengambil keputusan," ujarnya.































