Logo Bloomberg Technoz

HGBT Naik, Pabrik Keramik Klaim Bisa Bertahan Jika Harga Gas US$7

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 June 2026 17:25

Produsen Toilet Toto Meningkatkan Produksi Keramiknya untuk Produsen Chip AI (Bloomberg)
Produsen Toilet Toto Meningkatkan Produksi Keramiknya untuk Produsen Chip AI (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengungkapkan industri keramik nasional masih dapat bertahan di tengah lonjakan harga gas, dengan catatan harga gas rata-rata masih berada di rentang US$7 hingga US$9/MMBtu.

“Industri masih dapat bertahan apabila harga gas rata-rata berada pada kisaran US$7—US$9/MMBtu, setara dengan harga gas industri di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand,” ungkap Edy dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026). 

Dia menambahkan harga gas yang berasal dari regasifikasi gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) saat ini telah mencapai US$20,5/MMBtu.


Kondisi tersebut menyebabkan industri keramik harus menanggung biaya gas rata-rata sekitar US$15—US$16/MMBtu atau hampir dua kali lipat dari Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang ditetapkan pemerintah sebesar US$7/MMBtu. 

Seorang pekerja pabrik keramik mengoperasikan mesin. (Marcos Issa/Bloomberg News)

Utilisasi Pabrik