Asia Tenggara hampir setiap tahun mengalami peristiwa kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran yang diduga sengaja dinyalakan oleh perusahaan maupun petani kecil untuk membuka lahan bagi tanaman seperti kelapa sawit. Kawasan ini mengalami kabut asap lintas batas yang sangat parah pada 2015, ketika kebakaran di Indonesia memaksa penutupan sekolah, pengalihan penerbangan di Malaysia, serta pembatalan berbagai acara luar ruangan di Singapura. Bencana tersebut menyebabkan kerugian sekitar US$16 miliar di Indonesia dan memicu ketegangan diplomatik antar pemerintah.
“Ada risiko nyata terjadinya episode kabut asap yang parah” tahun ini, kata Simon Tay, ketua lembaga tersebut, dalam pengarahan sebelum laporan dirilis. “Pendorong utamanya adalah cuaca.”
Selain risiko cuaca, lonjakan harga pupuk dan energi akibat perang Iran juga dapat menambah tekanan bagi para pelaku usaha pertanian dan meningkatkan risiko sebagian dari mereka menggunakan pembakaran lahan untuk menghemat biaya, kata lembaga itu. Permintaan yang lebih tinggi terhadap bahan bakar hayati juga dapat mendorong penggunaan metode pembukaan lahan dengan tebang-bakar (slash-and-burn), sementara keterbatasan anggaran dapat memaksa pemerintah mengurangi upaya pencegahan kebakaran.
Prospek musiman dari sejumlah lembaga meteorologi utama sudah menunjukkan kemungkinan tinggi terjadinya kondisi yang lebih kering dari normal di sebagian besar wilayah maritim Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang. European Centre for Medium-Range Weather Forecasts memperkirakan terdapat setidaknya peluang 70% bahwa sebagian besar wilayah Indonesia dan Malaysia akan mengalami curah hujan yang berada pada 20% terbawah dibandingkan dengan tren historis hingga Oktober.
Peristiwa kabut asap mulai meningkat sejak awal tahun ini di wilayah-wilayah utama penghasil minyak sawit di Indonesia dan Malaysia, dengan jumlah titik panas kebakaran mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun akibat kondisi yang kering. Pada April, Thailand juga mencatat jumlah titik panas kebakaran tertinggi dalam satu dekade.
(bbn)




























