Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa pemerintah bahkan telah menurunkan HGBT untuk segmen industri berorientasi ekspor dari US$8,7/MMBtu menjadi US$8/MMBtu.

Penurunan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan industri dalam negeri.

"Jadi untuk kita lihat orientasi ekspor, ya kemudian investasinya besar dan juga ini dalam rangka hilirisasi harga gasnya kita turunkan dari U$8,7 menjadi US$8. Jadi ini dalam rangka meningkatkan industri dalam negeri," ujarnya.

Akhir tahun lalu, Kementerian ESDM mengkaji sejumlah skema kenaikan harga gas dalam program HGBT agar sektor hulu gas bumi tetap dapat beroperasi secara optimal, tetapi sektor-sektor penerima manfaat tetap beroperasi normal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan harga HGBT memang kerap di batas atas penetapan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keberlangsungan lini hulu dan sektor intermediate atau antara.

Menurut Laode, Kementerian ESDM sedang mengkaji sejumlah skema penetapan harga HGBT, termasuk menaikkan harganya agar lebih seimbang, baik dari sisi hulu hingga hilir.

"Jadi ini semua harus dihitung agar seimbang, sehingga HGBT itu tidak membebani salah satu lini usaha di proses mengirim gasnya ini. Jangan sampai kita jual X, tetapi hulunya kecekik, 'Kenapa kami cuma harganya sekian?" kata Laode kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Rabu (24/12/2025).

Laode juga mengungkapkan Kementerian ESDM sedang mengevaluasi penyaluran HGBT di sejumlah wilayah, sebab pasokan gas pipa tersebut sedang mengalami penurunan pasokan.

Dia menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Timur acapkali mengalami kekurangan pasokan 'gas murah' tersebut.

"Nah kita harus mengatur nih, HGBT ini kan bukan hanya di satu wilayah, tetapi di wilayah-wilayah yang lain juga. Nah, ini sedang kita evaluasi," ungkap Laode.

(ros/wdh)

No more pages