Stok Buat PLTU Minim, Bahlil Mau Atur Teknis Bauran Batu Bara DMO
Azura Yumna Ramadani Purnama
23 June 2026 10:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia mayoritas berkualitas sedang hingga rendah, sementara kualitas sedang hingga tinggi yang dibutuhkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) terbilang minim.
Dalam kaitan itu, Bahlil mengaku bakal mengatur teknis pencampuran batu bara (coal blending) agar ketersediaan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri melalui program domestic market obligation (DMO) dapat memadai.
Adapun, Kementerian ESDM belum lama ini telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 6/2026 yang mewajibkan pencampuran batu bara untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM terlebih dahulu.
Untuk teknis pencampurannya, Bahlil mengaku bakal mengecek aturan yang telah diterbitkan sebelumnya ihwal mekanisme coal blending untuk DMO sektor pembangkit maupun industri.
“Dari total produksi batu bara kita 100%, itu yang medium yang 5.000 [kkal/kg] ke atas, 5.800 sampai 6.322 [kkal/kg], itu tidak lebih dari 20%. [Sebanyak] 80%-nya itu yang medium ke bawah," kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6/2026).






























