Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup 6.116 Awal Pekan Ini

Muhammad Julian Fadli
22 June 2026 17:04

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98% di posisi 6.116 pada penutupan perdagangan Senin (22/6/2026). Indeks komposit tertinggal imbas performa saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan sejumlah saham big caps lainnya.

Hingga penutupan perdagangan IHSG terus–menerus terpeleset ke zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.226 sampai terdalamnya menyentuh 6.052.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 22 Juni 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp13,48 triliun dari sejumlah 22,51 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 1,73 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 221 saham dan sebanyak 445 saham terjadi pelemahan. Sisanya 147 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham barang baku utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 2,48%, begitu juga saham perindustrian melemah 2,35%, disusul saham kesehatan yang turun 2,23%. Sedangkan saham keuangan juga melemah 1,57%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks, yaitu:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 9,46 poin
  2. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 7,34 poin
  3. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 7,08 poin
  4. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 7,06 poin
  5. Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 6,79 poin
  6. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 6,22 poin
  7. Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 5,86 poin
  8. Mayapada Hospital (SRAJ) mengurangi 3,82 poin
  9. Bumi Resources Minerals (BRMS) mengurangi 3,77 poin
  10. Merdeka Gold Resources (EMAS) mengurangi 3,37 poin