Logo Bloomberg Technoz

“Indonesia terus relevan bagi perekonomian global karena demografi yang menguntungkan,” katanya.

Shan menjelaskan bahwa investor global umumnya melihat faktor-faktor fundamental sebelum mengambil keputusan investasi. Dalam konteks Indonesia, indikator seperti inflasi yang terkendali, defisit fiskal yang rendah, dan cadangan devisa yang kuat menjadi faktor penopang utama.

“PDB 5,6%, inflasi sekitar 3%, defisit fiskal di bawah 3%, cadangan devisa 146 miliar dolar, dan secara keseluruhan momentum ekonomi tetap kuat,” ujarnya.

Di tengah berbagai kekhawatiran masyarakat mengenai kondisi ekonomi, Shan menilai persepsi publik belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental yang sesungguhnya.

Menurut dia, ekonomi membutuhkan waktu agar pertumbuhan yang tercatat secara makro dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Pemerintah lebih tertarik untuk meningkatkan standar hidup, pemerintah ingin menjaga stabilitas dan yang terpenting adalah pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan yang menjadi fokus pemerintah,” katanya.

Lebih jauh, Shan juga melihat optimisme terhadap Indonesia tidak hanya datang dari pelaku pasar domestik, tetapi juga dari investor internasional yang masih aktif menanamkan modal.

Arus investasi yang terus mengalir menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap terjaga.

“FDI terus mengalami lonjakan. Secara tahunan, kenaikan 10-15% dianggap sangat terapresiasi di masa-masa yang penuh tantangan ini,” ujarnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, Shan menilai Indonesia masih berada pada jalur yang tepat untuk mempertahankan pertumbuhan dalam jangka menengah hingga panjang.

Untuk informasi selengkapnya saksikan: Bloomberg Technoz Exclusive Interview: Menjaga Kepercayaan, Mempertahankan Pertumbuhan Ekonomi RI.


(red)

No more pages