Hal ini, kata dia, harus menjadi agenda prioritas yang harus segera diwujudkan agar Jawa Tengah mampu menjadi pusat investasi dan logistik berskala internasional.
"Jawa Tengah memiliki modal strategis yang kuat, mulai dari posisi geografis yang berada di jantung Pulau Jawa, ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif dan melimpah, kawasan industri yang terus berkembang, iklim investasi yang kondusif, hingga dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik," tutur dia.
"Di tengah gelombang relokasi industri global akibat strategi China dan meningkatnya biaya produksi di sejumlah negara tujuan investasi, Jawa Tengah dinilai berada pada posisi yang sangat strategis untuk menangkap arus investasi baru dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional."
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu wilayah industri Jateng, Kabupaten Kendal, memang pernah mencatatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 7,99% sepanjang 2025 lalu, menjadi yang tertinggi di seluruh Kabupaten/Kota Indonesia.
Sementara itu, sepanjang kuartal I tahun ini, Provinsi Jateng mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89%, menempatkan posisinya sebagai motor utama penggerak ekonomi di wilayah Pulau Jawa.
(ibn/del)



























