Sementara Bursa Asia lainnya kompak menapaki jalur merah, yang berseberangan dengan laju IHSG. Pada tutup dagang, KOSDAQ (Korea Selatan), SETI (Thailand), SENSEX (India), TOPIX (Jepang), Straits Times (Singapura), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEi (Filipina), dan KOSPI (Korea Selatan), yang terpangkas masing-masing 3,43%, 0,79%, 0,78%, 0,57%, 0,39%, 0,32%, 0,3%, dan 0,13%.
Hanya NIKKEI 225 (Jepang), IHSG (Indonesia), dan KLCI (Malaysia) yang mampu ditutup menguat 0,28%, 0,08%, dan 0,04%.
Adapun indeks regional Asia tertekan akibat ekspektasi arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve/The Fed yang bernada hawkish.
Dalam pertemuan Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) kemarin, seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Gubernur Kevin Warsh dan kolega memang sepakat mempertahankan suku bunga acuan di 3,5%–3,75%.
Namun dot plot terbaru menunjukkan para pejabat The Fed cenderung ke arah pengetatan kebijakan moneter. Terlihat dari mayoritas anggota FOMC yang memproyeksikan Federal Funds Rate sepertinya akan naik tahun ini, bisa sekali atau dua kali.
Pasar uang AS saat ini memprediksi kenaikan suku bunga acuan FFR kemungkinan besar terjadi pada September dan dan telah sepenuhnya diperhitungkan untuk Oktober, dengan nyaris setengah anggota The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini.
Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Konferensi Pers pertamanya sebagai pimpinan Bank Sentral paling berpengaruh di dunia, menolak memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya. Ia justru menegaskan inflasi telah bertahan di atas target 2% The Fed selama beberapa tahun, dan kembali menekankan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga.
“Setengah anggota komite memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini, dan itu merupakan sinyal yang sangat kuat bagi pasar,” kata Bob Michele, Chief Investment Officer dan Kepala Global Pendapatan Tetap di JPMorgan Asset Management.
“Saya pikir mereka sedang bersiap untuk menaikkan suku bunga,” imbuh Michele, melansir Bloomberg News.
Keputusan tersebut menandai pertemuan keempat berturut–turut di mana para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga tanpa perubahan.
(fad/wep)






























