Ekonom: Kenaikan BI Rate Tekan Ruang Pertumbuhan Ekonomi
Mis Fransiska Dewi
19 June 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75% memiliki sejumlah konsekuensi. Dalam jangka pendek, kebijakan bank sentral untuk menjaga stabilitas moneter dapat menekan ruang pertumbuhan ekonomi.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurrahman mengatakan kenaikan BI Rate menjadi 5,75% merupakan langkah yang cukup rasional untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
“Namun, kebijakan ini tentu memiliki konsekuensi berupa meningkatnya biaya pembiayaan sehingga berpotensi menahan laju pertumbuhan kredit, investasi, dan konsumsi rumah tangga,” kata Rizal ketika dihubungi, Jumat (19/6/2026).
Di sisi lain, Rizal menilai kenaikan suku bunga dapat memberikan sentimen positif terhadap rupiah karena meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik dan membantu meredam tekanan arus keluar modal.
Meski demikian, penguatan rupiah tidak hanya ditentukan oleh BI Rate, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika global seperti arah kebijakan bank sentral utama, pergerakan dolar Amerika Serikat (AS), dan sentimen investor internasional.































