Logo Bloomberg Technoz

Jepang Cari Ibu Kota Cadangan untuk Antisipasi Bencana Besar

News
29 July 2026 14:20

PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)
PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)

Erica Yokoyama - Bloomberg News

Bloomberg, Jepang secara resmi memulai pencarian ibu kota kedua. Sebuah rancangan undang-undang yang disahkan oleh para anggota parlemen pada bulan Juli menciptakan kerangka hukum untuk menunjuk satu atau beberapa wilayah di negara rawan gempa tersebut sebagai pusat pemerintahan cadangan jika Tokyo lumpuh akibat bencana.

Rencana tersebut memicu kontroversi, salah satunya karena para penentang menganggapnya berpotensi menguntungkan Osaka. Kota tersebut merupakan basis kekuatan Partai Inovasi Jepang (Japan Innovation Party/Ishin), mitra koalisi junior dalam pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi.


Parlemen bahkan sempat menunda masa reses musim panas seiring berlarut-larutnya perdebatan mengenai ibu kota alternatif ini. Meski RUU tersebut lolos dengan mudah di Majelis Rendah (Lower House) National Diet—tempat koalisi pemerintah memegang mayoritas mutlak—RUU ini hanya berhasil disahkan secara tipis di Majelis Tinggi (Upper House) yang dikuasai oposisi. Hal ini dapat menjadi sinyal tantangan berat bagi Takaichi dalam meloloskan agenda kebijakannya ke depan.

Mengapa Jepang mendorong pembentukan ibu kota kedua?