Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Pertamax 32%, Pakar Sarankan Penyesuaian Bertahap

Sabrina Mulia Rhamadanty
18 June 2026 11:10

Suasana SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana SPBU Pertamina di Jakarta, Rabu (10/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) seharusnya melakukan penyesuaian harga Pertamax secara bertahap alih-alih menahannya terlalu lama lalu menaikkannya secara drastis sekaligus.

Menurutnya, kenaikan harga Pertamax sebesar 32% dari yang sebelumnya senilai Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter telah ditahan selama hampir tiga bulan atau terhitung sejak Maret 2026.

Hal ini merupakan langkah yang kurang ideal dari sisi tata kelola kebijakan.


"Kebijakan seperti ini terlihat terlambat, lalu mengejutkan pasar dan konsumen," ujar Josua saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).

Pengendara mengantre mengisi bbm di SPBU Pertamina, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Menurut Joshua, idealnya, harga Pertamax disesuaikan secara berkala seiring dengan lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.