Logo Bloomberg Technoz

Komponen harga keekonomian minyak dunia memegang porsi dominan, yakni berkisar antara 60% hingga 65% terhadap total struktur harga jual eceran di tingkat ritel atau stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Tetap Butuh Waktu

Meski harga minyak dunia saat ini menunjukkan tren melemah, Wahyu menggarisbawahi, konsumen tidak akan langsung merasakan dampaknya secara waktu riil.

Pemerintah bersama badan usaha seperti PT Pertamina (Persero) menggunakan mekanisme evaluasi periodik bulanan.

Penetapan harga baru tersebut mengacu pada dua indikator utama yaitu Mean of Platts Singapore (MOPS) dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.

“Jika tren penurunan harga minyak mentah sudah konsisten terjadi di sepanjang Juni 2026, maka penyesuaian harga yang lebih signifikan memang dimungkinkan untuk mulai diimplementasikan pada periode Juli 2026, selama faktor pendukung lainnya seperti stabilitas nilai tukar rupiah terjaga,” jelasnya.

Untuk diketahui, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) pada Rabu, (10/6/2026) mengumumkan kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300/liter menjadi Rp16.250/liter.

Keputusan itu diambil setelah Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah dan mengevaluasi harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti aturan yang berlaku.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,”  kata Roberth dalam pengumuman resmi, Rabu (10/6/2026).

Dia juga mengungkapkan harga BBM bersubsidi jenis bensin dan solar atau Pertalite serta Solar, tetap ditahan harganya masing-masing Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.

Adapun, harga minyak makin turun seiring berlakunya kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran, yang menyoroti seberapa cepat transit melalui Selat Hormuz dapat ditingkatkan seiring produsen Teluk Persia memulai kembali ladang minyak yang ditutup.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah menandatangani kesepakatan tersebut, yang membayangkan pembukaan kembali jalur air penting tersebut dengan cepat.

Harga Brent turun mendekati US$78/barel setelah kenaikan kecil pada Rabu, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di dekat US$76.

(smr/wdh)

No more pages