Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Buy Rp2 T, Saham BBRI dan BBCA Diborong

Muhammad Julian Fadli
18 June 2026 08:20

Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Karyawan melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Rabu 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 0,55% di posisi 6.220. Investor asing diam–diam borong saham BBRI, dan saham BBCA.

Enggan sejalan dengan IHSG, investor asing justru gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,51 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Berbeda halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp328 miliar.

Adapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp456,07 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBRI berhasil menguat 3% hingga berada di posisi Rp3.080/saham.

Penutupan Saham BBRI pada Rabu 17 Juni 2026 (Bloomberg)

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (17/6/2026):

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp456,07 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp375,28 miliar
  3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp67,55 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,7 miliar
  5. PT Timah Tbk (TINS) Rp33,55 miliar
  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp17,13 miliar
  7. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp14,23 miliar
  8. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp13,7 miliar
  9. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp13,36 miliar
  10. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp12,42 miliar

Sementara itu, investor asing net sell terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp358 miliar. Tertekan aksi jual, saham TPIA melemah 5% di posisi Rp1.995/saham.

Penutupan Saham TPIA pada Rabu 17 Juni 2026 (Bloomberg)