Kesepakatan AS-Iran Resmi Berlaku, Fokus Beralih ke Selat Hormuz
News
18 June 2026 07:10

Josh Wingrove, Jennifer A. Dlouhy dan Arsalan Shahla - Bloomberg News
Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan damai sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini mempercepat pemberlakuan perjanjian kedua negara, meskipun Trump harus menghadapi gelombang kritik tajam dari internal Partai Republik (GOP) yang menilai kesepakatan tersebut sebagai bentuk kemenangan bagi Teheran.
Menurut keterangan seorang pejabat AS dan media pemerintah Iran, para pejabat dari kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tersebut secara elektronik pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. Dengan penandatanganan ini, dokumen kesepakatan dinyatakan sah berlaku, meski pihak AS belum bisa mengonfirmasi apakah jalur logistik Selat Hormuz sudah sepenuhnya dibuka saat ini.
Trump menandatangani dokumen tersebut di Istana Versailles, dekat Paris, Prancis, sesaat sebelum melangsungkan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Berdasarkan draf dokumen yang dilihat Bloomberg serta versi yang dibacakan oleh pejabat senior AS kepada jurnalis, poin utama kesepakatan ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat setelah blokade selama berbulan-bulan yang sempat membuat harga energi global meroket. Selain itu, draf tersebut juga mencantumkan penghapusan sanksi secara langsung terhadap minyak Iran. Adapun negosiasi mendalam terkait program nuklir dan potensi keuntungan finansial lanjutan bagi Iran baru akan dibahas pada fase berikutnya.




























