Perkembangan di Timur Tengah jadi angin segar bagi harga emas. Perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sepertinya akan terwujud dalam pekan ini.
AS-Iran sudah menyepakati perjanjian damai interim dan setuju untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Negeri Adikuasa pun sepakat untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Ini adalah kesepakatan yang luar biasa. Kesepakatan ini akan membawa perdamaian dan keamanan di kawasan,” tegas Presiden AS Donald Trump, seperti diberitakan Bloomberg News.
Merespons dinamika tersebut, harga minyak terus jatuh. Kemarin, harga minyak jenis brent anjlok 4,76% ke US$ 83,17/barel.
Apabila harga energi bisa terus terjaga stabil, maka dunia bisa lepas dari ancaman inflasi. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara bisa punya ruang untuk bernapas, tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.
(aji)



























