“Waspadai optimisme yang berlebihan,” ujar Ed Clissold, kepala strategi AS di Ned Davis Research, dalam catatan rilisnya pada hari Selasa. Ia mengingatkan bahwa sentimen pasar sebenarnya cenderung "berhati-hati" sebelum adanya perkembangan geopolitik terbaru ini.
Di sisi lain, saham SpaceX berhasil memperpanjang tren penguatannya dengan melesat 4,8%. Perusahaan milik Elon Musk tersebut menyepakati akuisisi terhadap Cursor, sebuah perusahaan rintisan, dalam kesepakatan bernilai US$60 miliar. Langkah ini memperkuat upaya Musk untuk mengejar ketertinggalan dari para kompetitor yang menyediakan alat pemrograman bagi para pengembang.
Sementara itu, survei terbaru dari Bank of America menunjukkan bahwa tren lonjakan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan masih akan terus berlanjut. Mayoritas investor dalam survei tersebut meyakini bahwa fenomena FOMO (fear of missing out) atau ketakutan akan tertinggalnya potensi keuntungan, masih menjadi motor utama yang menggerakkan aktivitas perdagangan.
“Langkah SpaceX untuk melantai di bursa merupakan momen pembuka jalan yang penting bagi sektor teknologi yang lebih luas" dan menjadi sinyal bagus bagi debut pasar OpenAI dan Anthropic mendatang, tulis analis Wedbush, Dan Ives, dalam laporannya.
"Sektor teknologi dan perdagangan cip masih memiliki ruang yang sangat besar untuk bergerak lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan. Tren permintaan yang luar biasa dari hasil pengecekan berkala kami di Asia memberikan keyakinan lebih lanjut untuk tetap mengoleksi saham-saham teknologi memasuki paruh kedua tahun 2026, didukung oleh lintasan pertumbuhan yang lebih kuat ke depannya," ujarnya.
Kini, fokus perhatian pasar mulai beralih ke rapat perdana Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan guberur baru mereka, Kevin Warsh. Bloomberg Economics memproyeksikan bakal terjadi pergeseran dalam cara bank sentral AS tersebut berkomunikasi dengan pasar keuangan. Warsh diperkirakan tidak akan menyerahkan grafik proyeksi suku bunganya sendiri ke dalam dot plot yang selama ini dipantau ketat oleh pelaku pasar—sebuah langkah yang mendobrak tradisi lama di era Jerome Powell, Janet Yellen, hingga Ben Bernanke.
(bbn)





























