“Kami ingin menunjukkan apa yang kami lakukan selama kualifikasi. Kami ingin bersaing dengan identitas kami dan memainkan semua pertandingan dengan keberanian dan organisasi untuk menunjukkan kepada dunia siapa kami sebagai tim dan sebagai negara," kata Bubista, Pelatih Tanjung Verde dikutip dari laman FIFA.
"Kami tahu betapa sulitnya ini dan kami menyadari nilai Spanyol, tetapi pertandingan tetap dimainkan di lapangan.”
Meski debutan, Timnas Spanyol harus mewaspadai pasukan Hiu Biru yang lolos kualifikasi Piala Dunia sebagai juara grup di Zona Afrika. Mereka mencatatkan lima kemenangan tanpa kebobolan setiap kali bertarung di hadapan masyarakat Tanjung Verde.
Mereka bahkan bisa mengalahkan perolehan poin negara-negara Afrika langganan piala dunia seperti Kamerun dan Angola. Pelatih Bubista pun disebut punya peran penting yang mampu menciptakan tim dengan organisasi pertahanan yang kokoh, disiplin, fleksibilitas taktis, dan kemampuan serangan balik yang sangat kuat.
“Mereka adalah tim dengan konsep taktis yang sangat jelas. Mereka membangun serangan dengan sangat baik. Mereka memiliki pemain yang kuat secara fisik. Banyak dari mereka bermain di Eropa dan berada di level kompetitif tersebut," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol
"Ini akan menjadi pertandingan yang mengharuskan kami tampil maksimal untuk bersaing.”
(azr/frg)


























