Logo Bloomberg Technoz

Dengan demikian, aksi korporasi ini diyakini tidak akan mengganggu kemampuan BRI dalam menjalankan operasional maupun ekspansi bisnis ke depan.

Berdasarkan data konsensus analis yang dihimpun Bloomberg per 15 Juni 2026, sebanyak 30 analis atau 83,3% konsensus merekomendasikan buy untuk saham BBRI.

Sementara itu, 4 analis atau 11,1% konsensus merekomendasikan posisi hold dan 2 analis lainnya dengan porsi 5,6% konsensus menyarankan jual untuk saham BBRI.

Adapun target harga rata-rata atau 12-month target price saham BBRI berada di level sekitar Rp4.094 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga terakhir Rp3.020 per saham.

Dengan demikian, saham bank pelat merah itu masih memiliki potensi kenaikan atau return potential sekitar 35,6% dalam satu tahun ke depan.

Sejumlah sekuritas global maupun domestik mempertahankan pandangan positif terhadap saham BBRI.

Misalkan, analis dari Citi dan UBS memberikan rekomendasi buy dengan target harga masing-masing Rp4.400 per saham dan Rp4.300 per saham.

“Pada target harga kami sebesar Rp4.300 per saham, BBRI akan diperdagangkan pada valuasi sekitar 2,2 kali PBV 2027E dan 11 kali PER 2027E,” dikutip dari riset UBS yang disusun oleh analis Joshua Tnja, Ivan Reynaldo Sutheja dan Elisabeth Angelina Inggriani.

Tim riset UBS menilai pembentukan kredit bermasalah baru telah membaik menjadi di bawah Rp2 triliun per bulan sejak Desember 2025. Kendati demikian, risiko penurunan masih berasal dari inflasi.

“Tim manajemen menjelaskan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin dan potensi pengetatan lanjutan dapat menekan margin. Namun, biaya kredit diperkirakan tetap berada dalam rentang panduan,” dikutip dari riset yang sama.

Di sisi lain, beberapa bank investasi lainnya seperti Macquarie dan DBS Bank menyematkan pandangan berbeda.

Macquarie merekomendasikan netral terhadap saham BBRI dengan target harga Rp2.740 dan DBS bank menyematkan hold dengan target harga Rp3.000 per saham.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan BRI dinilai tetap solid. Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026 setelah memperhitungkan buyback, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 22,86 persen. Sementara itu, Return on Equity (ROE) berada pada level 18,37 persen.

Angka tersebut menunjukkan bahwa BRI masih memiliki kapasitas permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis, memperluas pembiayaan, serta melakukan mitigasi risiko dalam pengelolaan usaha perbankan.

(naw)

No more pages