Logo Bloomberg Technoz

Analis CreditSights pekan ini mengatakan mereka memperkirakan akan ada penawaran utang “segera setelah IPO.”

SpaceX memiliki pinjaman jembatan atau bridge loan senilai US$20 miliar atau sekitar Rp360 triliun yang jatuh tempo pada September 2027. Pinjaman tersebut mencakup sebagian besar total utang jangka panjang SpaceX sebesar US$29,1 miliar atau sekitar Rp523,8 triliun per 31 Maret, menurut dokumen IPO perusahaan kepada Securities and Exchange Commission.

Belum jelas jenis peringkat utang seperti apa yang dikategorikan investment grade untuk SpaceX, termasuk apakah status itu berlaku pada utang berjaminan perusahaan.

SpaceX mencatat rugi bersih US$4,28 miliar atau sekitar Rp77 triliun pada kuartal I dengan pendapatan US$4,69 miliar atau sekitar Rp84,4 triliun, dibanding rugi bersih US$528 juta atau sekitar Rp9,5 triliun dengan pendapatan sekitar US$4 miliar setahun sebelumnya.

Meski begitu, perusahaan memiliki sejumlah kontrak besar yang diperkirakan menghasilkan pendapatan di masa depan, termasuk kerja sama dengan Google milik Alphabet yang sepakat membayar SpaceX US$30 miliar atau sekitar Rp540 triliun untuk layanan komputasi cloud hingga pertengahan 2029.

SpaceX juga memiliki kontrak sekitar US$45 miliar atau sekitar Rp810 triliun dengan Anthropic dalam tiga tahun mendatang.

Analis CreditSights Davis Hebert mengatakan kontrak-kontrak tersebut kemungkinan cukup untuk membuat perusahaan memperoleh peringkat utang berkualitas tinggi bahkan jika sebelumnya belum memilikinya.

Perusahaan lain biasanya membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk memperoleh status investment grade. Tesla milik Musk misalnya, sempat bertahun-tahun berada di kategori spekulatif sebelum akhirnya memperoleh peringkat berkualitas tinggi.

“Saya rasa tidak ada preseden untuk perusahaan seperti SpaceX guna memahami seharusnya seperti apa peringkat mereka,” kata Kepala Strategi Makro Investment Grade CreditSights, Zachary Griffiths.

“Perusahaan dengan laba negatif biasanya tidak dikaitkan dengan kategori investment grade, tetapi tidak ada yang normal dalam kasus ini. SpaceX berada di kelasnya sendiri,” ujarnya.

Perusahaan terkadang memperoleh peringkat kredit privat yang tidak dipublikasikan. Mereka juga dapat menerima masukan informal dari lembaga pemeringkat yang belum tentu menjadi keputusan pemeringkatan resmi.

Dalam dokumen IPO, SpaceX diwajibkan menggunakan dana hasil pembiayaan utang tertentu dan IPO untuk melunasi setidaknya sebagian dari bridge loan US$20 miliar dalam enam bulan setelah dana diterima.

Sebagian besar pinjaman tersebut digunakan untuk melunasi obligasi junk bond berbunga tinggi milik perusahaan media sosial dan AI Musk.

SpaceX juga memberi sinyal dalam dokumen IPO bahwa perusahaan telah berada dalam kategori investment grade dengan menyatakan, “Kami bertujuan mempertahankan peringkat kredit investment grade.”

Per 31 Maret, perusahaan memiliki utang jangka panjang sekitar US$29 miliar atau sekitar Rp522 triliun.

Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings disebut telah memberikan peringkat investment grade kepada SpaceX, menurut sumber yang mengetahui informasi tersebut.

Perwakilan Moody’s dan SpaceX belum memberikan komentar. Fitch hanya mengatakan belum menerbitkan peringkat untuk SpaceX, sementara S&P Global Ratings menyatakan belum mengeluarkan peringkat resmi.

(bbn)

No more pages