Logo Bloomberg Technoz

Bentrokan terbaru tersebut mengancam gencatan senjata yang masih rapuh dan berisiko memperpanjang hampir total penutupan Selat Hormuz.

Gangguan besar terhadap arus energi melalui selat itu telah mendorong harga minyak lebih tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga meningkatkan kemungkinan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya. Kondisi itu menjadi sentimen negatif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Emas Terus Catatkan Penurunan di Bawah Support Teknikal

Harga emas kini sekitar seperlima lebih rendah dibanding level sebelum perang Iran pecah pada akhir Februari.

Penurunan emas di bawah rata-rata pergerakan 200 hari atau 200-day moving average, indikator teknikal yang luas digunakan untuk mengukur momentum jangka panjang juga memicu tambahan aksi jual karena level tersebut menjadi perhatian investor institusi.

Harga emas spot turun 0,8% menjadi US$4.226,09 per ons atau sekitar Rp76,3 juta per ons pada pukul 07.26 waktu Singapura.

Harga perak turun 0,9% menjadi US$64,76 per ons atau sekitar Rp1,17 juta per ons. Platinum dan palladium juga melemah.

Sementara itu, indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur kekuatan dolar AS relatif stabil.

(bbn)

No more pages