Logo Bloomberg Technoz

Kapasitas GBK untuk Konser BTS, Ini Jumlah Penonton Maksimalnya

Referensi
09 June 2026 13:54

Penampilan BTS di konser comeback yang digelar di Gwanghwamun, Korea Selatan. (Sumber: Bloomberg)
Penampilan BTS di konser comeback yang digelar di Gwanghwamun, Korea Selatan. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Jakarta menjadi sorotan para penggemar musik internasional setelah muncul pembahasan mengenai kemungkinan konser grup K Pop BTS digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK.

Salah satu topik yang paling banyak dicari publik adalah kapasitas GBK untuk konser apabila acara digelar dengan konsep capacity full.

Pertanyaan tersebut muncul karena Stadion Utama Gelora Bung Karno dikenal sebagai stadion terbesar dan paling ikonik di Indonesia. Banyak penggemar ingin mengetahui berapa jumlah penonton yang sebenarnya dapat ditampung jika konser berskala global seperti BTS benar benar digelar di venue tersebut.

Berdasarkan informasi resmi dari pengelola Gelora Bung Karno, Stadion Utama GBK saat ini memiliki kapasitas sekitar 78.000 kursi. Seluruh kursi menggunakan sistem single seat flip up yang diterapkan setelah renovasi stadion guna memenuhi standar keamanan dan kenyamanan internasional.

Kapasitas tersebut merupakan kapasitas dasar stadion dalam konfigurasi olahraga, khususnya pertandingan sepak bola. Setelah proses renovasi, kapasitas stadion memang mengalami penyesuaian dibandingkan era sebelumnya yang masih menggunakan bangku panjang pada sejumlah area tribun.

Dalam berbagai referensi yang beredar, kapasitas SUGBK pascarenovasi umumnya disebut berada pada rentang 77.000 hingga 78.000 penonton. Angka itu menjadikan stadion kebanggaan Indonesia tersebut sebagai salah satu venue terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Namun demikian, kapasitas stadion untuk pertandingan olahraga tidak dapat langsung disamakan dengan kapasitas untuk penyelenggaraan konser musik. Ada sejumlah faktor teknis yang membuat jumlah penonton konser bisa berbeda dari kapasitas maksimal stadion.

Pada konser berskala besar, sebagian area stadion harus dialokasikan untuk berbagai kebutuhan produksi. Mulai dari panggung utama, area kontrol audio visual, ruang teknis, rigging, layar raksasa, jalur evakuasi, hingga area keamanan yang wajib disediakan oleh promotor.

Kondisi tersebut membuat sebagian area tribun maupun lapangan tidak selalu dapat digunakan untuk penonton. Oleh karena itu, istilah capacity full dalam konser memiliki makna yang berbeda dibandingkan kapasitas fisik stadion secara keseluruhan.

Kapasitas Konser Bergantung pada Desain Panggung

Dalam penyelenggaraan konser internasional, desain panggung menjadi faktor utama yang menentukan jumlah tiket yang dapat dijual kepada publik. Jika panggung ditempatkan di salah satu sisi stadion, biasanya sejumlah tribun di belakang panggung akan ditutup karena pandangan penonton terhalang.

Sebaliknya, area lapangan yang sebelumnya digunakan untuk pertandingan sepak bola dapat diubah menjadi area festival atau standing. Konsep ini memungkinkan kapasitas penonton meningkat karena tidak hanya mengandalkan kursi tribun.

Secara umum, konser besar yang digelar di Stadion Utama GBK diperkirakan mampu menampung sekitar 60.000 hingga 80.000 penonton. Jumlah tersebut bergantung pada tata letak panggung, ukuran area festival, kebutuhan produksi, dan standar keamanan yang diterapkan promotor.

Apabila promotor memilih desain panggung yang efisien dan mampu membuka lebih banyak area tribun, kapasitas penonton berpotensi mendekati angka maksimal stadion. Sebaliknya, kebutuhan produksi yang lebih kompleks dapat mengurangi jumlah kursi yang tersedia.

Untuk konser BTS misalnya, sejumlah pengamat industri hiburan memperkirakan kapasitas konservatif dapat berada di kisaran 55.000 hingga 65.000 penonton. Skenario ini biasanya terjadi ketika promotor menyediakan ruang produksi yang besar serta menutup cukup banyak area tribun di belakang panggung.

Standar produksi konser internasional memang membutuhkan ruang yang tidak sedikit. Selain layar LED berukuran besar, biasanya terdapat area kamera, jalur pergerakan kru, perangkat tata suara, hingga perlengkapan keamanan tambahan yang harus disiapkan.

Di sisi lain, terdapat pula kemungkinan kapasitas yang lebih tinggi. Jika desain panggung memungkinkan sebagian besar tribun tetap digunakan dan area lapangan dimaksimalkan sebagai zona festival, jumlah penonton dapat berada di rentang 70.000 hingga 78.000 orang.

Meski demikian, angka tersebut tetap bersifat perkiraan. Kapasitas resmi baru dapat diketahui setelah promotor merilis layout atau denah konser yang akan digunakan.

Setiap konser memiliki kebutuhan produksi yang berbeda. Artis dengan konsep panggung sederhana mungkin dapat menampung lebih banyak penonton dibandingkan artis yang membawa produksi spektakuler dengan berbagai elemen tambahan.

Karena itu, kapasitas konser tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan angka kapasitas stadion yang tertera dalam data resmi. Faktor teknis dan operasional memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kuota tiket yang akhirnya dijual.

Istilah capacity full sendiri sering kali menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Banyak yang menganggap bahwa capacity full berarti seluruh kapasitas fisik stadion digunakan secara maksimal.

Padahal dalam dunia konser, capacity full berarti seluruh kuota yang telah ditetapkan promotor habis terjual atau telah terisi sesuai dengan layout acara yang digunakan. Dengan kata lain, ukuran keberhasilan penjualan tiket tidak selalu mengacu pada total kapasitas stadion.

Sebagai contoh, apabila promotor menetapkan kuota sebanyak 65.000 tiket dan seluruh tiket tersebut berhasil terjual, maka konser tersebut tetap dapat disebut sold out atau penuh meskipun stadion secara teoritis mampu menampung hingga 78.000 orang.

Konsep ini juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Daya tampung suatu acara tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah kursi yang tersedia, tetapi juga memperhatikan kepadatan penonton, akses keluar masuk, jalur evakuasi, serta ketentuan perizinan yang berlaku.

Bagi para penggemar BTS atau ARMY yang berharap grup idolanya kembali tampil di Indonesia, pemahaman mengenai kapasitas konser menjadi penting terutama saat proses pembelian tiket berlangsung.

Jumlah kursi stadion yang besar tidak otomatis membuat tiket menjadi mudah diperoleh. Jika permintaan jauh melampaui jumlah tiket yang tersedia, maka tiket tetap berpotensi habis dalam waktu singkat.

Situasi tersebut semakin mungkin terjadi apabila konser hanya digelar dalam satu hari. Antusiasme penggemar yang tinggi sering kali membuat persaingan mendapatkan tiket menjadi sangat ketat.

Selain itu, kuota tiket yang diumumkan promotor biasanya masih dibagi ke dalam berbagai kategori. Mulai dari area festival, tribun bawah, tribun atas, VIP, hingga kategori khusus lainnya.

Sebagian kuota juga dapat dialokasikan untuk sponsor, undangan resmi, kebutuhan produksi, serta kursi yang tidak dijual karena alasan teknis. Akibatnya, jumlah tiket yang benar benar tersedia untuk publik sering kali lebih kecil dibandingkan kapasitas total yang dimiliki stadion.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, kapasitas konser BTS di Stadion Utama Gelora Bung Karno kemungkinan besar akan berada di rentang 55.000 hingga 78.000 penonton, tergantung pada desain panggung dan kebutuhan produksi yang ditetapkan promotor.

Sampai ada pengumuman resmi mengenai layout acara, angka pasti kapasitas konser tetap belum dapat dipastikan. Namun satu hal yang jelas, jika BTS benar benar menggelar konser di GBK, tingginya antusiasme penggemar berpotensi membuat puluhan ribu tiket ludes dalam waktu sangat singkat.