Logo Bloomberg Technoz

Meski demikian, perhiasan emas tetap dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menggabungkan fungsi estetika dan penyimpanan nilai dalam satu aset.

Pilih Model yang Sederhana dan Klasik

Model perhiasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai jual kembali.

Perhiasan dengan desain rumit umumnya memiliki biaya pembuatan lebih tinggi dibanding model sederhana. Selain itu, model yang terlalu kompleks cenderung lebih rentan mengalami kerusakan seperti penyok atau patah sehingga dapat menurunkan nilai jual saat dijual kembali.

Model klasik dengan konstruksi yang solid biasanya lebih mudah dipasarkan kembali dan memiliki daya tahan yang lebih baik.

Tidak Harus Memilih Emas 24 Karat

Banyak orang beranggapan semakin tinggi kadar emas maka semakin baik kualitas perhiasan tersebut. Namun untuk penggunaan sehari-hari, emas murni 24 karat justru relatif lunak dan mudah berubah bentuk.

Perhiasan dengan kadar 18 karat atau sekitar 75% emas umumnya dianggap memiliki keseimbangan yang baik antara daya tahan fisik dan kandungan emas.

Sebaliknya, perhiasan dengan kadar emas yang terlalu rendah cenderung lebih mudah mengalami perubahan warna dan memiliki nilai jual yang lebih rendah.

Hindari Perhiasan dengan Banyak Batu Hias

Perhiasan yang dilengkapi batu kristal, zirkonia, atau ornamen tambahan memang terlihat lebih menarik secara visual. Namun dari sisi nilai aset, batu-batu tersebut sering kali tidak diperhitungkan saat proses jual kembali.

Pembeli perlu memahami bahwa harga yang dibayarkan saat membeli bisa saja mencakup komponen batu hias tersebut, sementara saat dijual kembali nilainya tidak dihitung secara penuh oleh toko emas.

Karena itu, perhiasan dengan desain sederhana tanpa banyak ornamen biasanya lebih menguntungkan dari sisi nilai jual kembali.

Simpan Bukti Pembelian dengan Baik

Warga memilih emas perhiasan di Toko Mas Bintang Timur, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kuitansi atau surat pembelian merupakan dokumen penting yang sebaiknya disimpan selama memiliki perhiasan emas.

Dokumen tersebut memuat informasi mengenai kadar emas, berat, serta identitas toko tempat pembelian dilakukan. Saat menjual kembali ke toko yang sama, keberadaan dokumen tersebut umumnya dapat mempermudah proses verifikasi dan mengurangi potensi potongan harga.

Tanpa dokumen pendukung, toko biasanya perlu melakukan pemeriksaan tambahan sehingga nilai jual kembali bisa lebih rendah.

Hitung Nilai Emas Sebelum Membeli

Sebelum melakukan transaksi, pembeli sebaiknya memahami komposisi harga yang ditawarkan.

Harga perhiasan terdiri atas nilai emas yang terkandung di dalamnya ditambah biaya pembuatan dan margin penjual. Dengan mengetahui harga emas per gram yang berlaku di pasaran, konsumen dapat memperkirakan apakah harga yang ditawarkan masih berada dalam batas yang wajar.

Langkah ini dapat membantu pembeli membuat keputusan yang lebih rasional dan menghindari pembayaran berlebihan.

Rawat Perhiasan agar Nilainya Tetap Terjaga

Selain memperhatikan proses pembelian, perawatan juga menjadi faktor penting dalam menjaga nilai perhiasan emas.

Perhiasan sebaiknya disimpan di tempat khusus untuk mengurangi risiko goresan maupun kerusakan fisik. Penyimpanan yang baik juga membantu menjaga tampilan emas tetap optimal dalam jangka panjang.

Dengan memahami karakteristik perhiasan emas dan menerapkan strategi pembelian yang tepat, konsumen dapat meminimalkan potensi kerugian sekaligus menjaga nilai aset yang dimiliki.

(seo)

No more pages