Ia memilih mengembangkan produk eco print pada kulit domba untuk menghasilkan sepatu, tas, dan pakaian karena melihat peluang yang belum banyak digarap pelaku usaha lain.
-
Lakukan Riset Pasar
Setelah menentukan produk, langkah berikutnya adalah memahami kebutuhan pasar. Riset dapat dilakukan melalui marketplace, media sosial, komunitas daring, maupun dengan bertanya langsung kepada calon konsumen.
Melalui riset, pelaku usaha dapat mengetahui model yang sedang diminati, rentang harga yang diterima pasar, serta kebiasaan belanja konsumen. Pemahaman tersebut membantu menentukan strategi bisnis yang lebih tepat sasaran.
-
Ikuti Perubahan Kebutuhan Konsumen
Perilaku dan kebutuhan konsumen dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, pelaku usaha perlu terus memperbarui informasi mengenai tren yang berkembang di pasar.
Perubahan tersebut dapat dipantau melalui ulasan pelanggan, komentar di media sosial, hingga berbagai pembahasan yang muncul di platform digital. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis berikutnya.
-
Siap Berinovasi
Saat usaha mulai berkembang, inovasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru, tetapi juga dapat berupa pengembangan variasi produk yang masih berkaitan dengan kategori utama usaha.
Bernadetha mengembangkan produk eco print berbahan kulit domba setelah melihat produk serupa berbahan kulit sapi sudah banyak tersedia di pasaran. Dari inovasi tersebut, usahanya kemudian berkembang ke berbagai produk lain seperti jaket dan aksesori.
-
Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi
Media sosial menjadi salah satu sarana promosi yang efektif dan relatif murah bagi pelaku usaha pemula. Platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan WhatsApp dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
Konten yang diunggah dapat berupa foto produk, video penggunaan, testimoni pelanggan, hingga informasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Selain untuk promosi, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk memahami minat pasar melalui interaksi yang terjadi dengan pelanggan.
-
Gunakan AI untuk Membantu Produksi Konten
Teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dapat membantu pelaku usaha dalam membuat materi promosi. AI dapat digunakan untuk menyusun ide konten, membuat caption media sosial, menyusun jadwal unggahan, hingga mengembangkan konsep pemasaran yang lebih terstruktur.
Menurut Bernadetha, pemanfaatan AI membantu mempercepat proses pembuatan konten promosi, termasuk untuk menyusun caption dan memperbaiki tampilan visual produk di media sosial.
-
Berikan Edukasi kepada Konsumen
Selain menawarkan produk, pelaku usaha juga perlu memberikan informasi yang bermanfaat kepada calon pelanggan. Edukasi dapat dilakukan melalui konten mengenai cara memilih ukuran pakaian, merawat bahan tertentu, hingga tips memadukan produk fashion.
Penyampaian informasi yang relevan dapat membantu membangun kepercayaan pelanggan sekaligus meningkatkan peluang mereka untuk kembali berinteraksi dengan bisnis yang dijalankan. Dalam jangka panjang, strategi ini dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
(seo)
























