Startup asal Beijing ini muncul sebagai salah satu laboratorium riset AI China dengan pendanaan terbesar, seiring para investor mengalirkan modal ke kelompok elit yang bersaing dengan OpenAI dan Anthropic PBC.
Aksi galang dana terbaru ini akan membantu Moonshot mengungguli perusahaan sejenis yang terdaftar di bursa, Minimax Group Inc., yang memiliki nilai pasar sekitar US$20 miliar per Senin.
Moonshot dan Minimax masih tertinggal dari Zhipu yang bernilai sekitar US$80 miliar, dan sekitar US$50 miliar yang dicari DeepSeek dalam putaran pendanaan perdananya.
Pembahasan seputar Moonshot masih berada pada tahap awal dan rincian penggalangan dana tersebut masih bisa berubah, kata para sumber, yang meminta namanya tidak disebutkan karena informasi tersebut bersifat rahasia. Juru bicara Moonshot tidak menanggapi permintaan komentar.
Pendapatan berkala tahunan Moonshot — yang menjadi indikator perkiraan penjualannya ke depan — melampaui US$200 juta pada bulan April, didorong oleh melonjaknya permintaan terhadap chatbot dan model bahasa besar miliknya.
Startup di balik chatbot Kimi ini sedang dalam proses membongkar struktur luar negerinya untuk membuka jalan bagi penawaran umum perdana di Hong Kong, pasca Beijing memperketat cengkeramannya pada pencatatan saham di luar negeri.
Perombakan ini tidak akan memengaruhi aksesnya ke dana dalam mata uang dolar AS, karena perusahaan berencana untuk mendirikan struktur usaha patungan yang memungkinkan adanya pemodal asing, demikian dilaporkan Bloomberg News bulan lalu.
Moonshot didirikan Yang Zhilin, seorang mantan profesor Universitas Tsinghua yang sebelumnya bekerja di Meta Platforms Inc. dan Google (bagian dari Alphabet Inc.).
Moonshot menawarkan paket langganan berjenjang untuk chatbot-nya dan menyediakan teknologi dasarnya kepada klien korporat. Baru-baru ini, perusahaan tersebut meluncurkan agen AI serbaguna bernama Kimi Work, yang dibangun berdasarkan model seri K2.6 terbarunya.
(bbn)


























