Logo Bloomberg Technoz

Sebagai catatan, Zhang pertama kali dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada tahun 2025. Meskipun posisinya sempat tergeser oleh taipan lain, ia berhasil merebut kembali posisi tersebut pada awal tahun ini.

Sebelumnya, Bloomberg Billionaires Index sempat menerapkan diskon risiko sebesar 25% terhadap perhitungan valuasi ByteDance. Langkah ini diambil setelah DPR AS mengesahkan undang-undang pada Maret 2024 yang mengancam bakal melarang operasional TikTok di AS, kecuali jika pemiliknya bersedia menjual aplikasi tersebut.

Namun, per tanggal 2 Juni kemarin, potongan risiko itu diturunkan menjadi hanya 10%. Penyesuaian ini mencerminkan tuntasnya proses divestasi saham TikTok di AS, serta rilis perdana nilai valuasi pasca-pemisahan yang diajukan oleh lembaga-lembaga investor dalam dokumen regulasi mereka pada akhir Mei lalu.

Harta kekayaan Zhang melonjak lebih dari US$24 miliar setelah Bloomberg menganalisis laporan valuasi terbaru dari para investor kakap dunia, seperti BlackRock Inc, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc, serta penilaian yang dirilis oleh HSG dan General Atlantic bulan lalu. Hingga berita ini diturunkan, pihak ByteDance belum memberikan respons resmi saat dimintai keterangan.

Di sisi lain, Bloomberg Billionaires Index menunjukkan Mukesh Ambani turun ke peringkat ketiga di Asia dengan total kekayaan bersih US$86,9 miliar. Sementara itu, posisi puncak orang terkaya di Asia masih dipegang oleh taipan India lainnya, Gautam Adani, dengan total kekayaan mencapai US$117,4 miliar.

ByteDance saat ini merupakan perusahaan swasta paling terkemuka dan bernilai tinggi di China. Berkaca pada kesuksesan Doubao, perusahaan dilaporkan sedang bersiap untuk menerapkan sistem biaya langganan berbayar. Langkah ini tergolong berani dan langka di China, di mana karakteristik mayoritas penggunanya cenderung enggan membayar untuk menikmati layanan digital di internet. Di samping itu, ByteDance juga sudah lama digadang-gadang sebagai kandidat utama untuk segera melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

Reputasi korporasi ini tetap kokoh walau operasional TikTok di AS kini telah resmi dialihkan ke konsorsium yang dipimpin oleh Oracle Corp, Silver Lake, dan perusahaan investasi asal Abu Dhabi, MGX. Transaksi ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian politik dan regulasi selama bertahun-tahun atas tuduhan kritikus yang menganggap TikTok memiliki celah kerawanan bagi keamanan nasional AS.

Kini, raksasa media sosial yang berbasis di Beijing tersebut tengah bertaruh besar pada sektor AI. Berdasarkan laporan Bloomberg News bulan lalu, ByteDance sedang membahas rencana pengeluaran investasi hingga mencapai US$70 miliar pada tahun ini demi memimpin pasar AI domestik dan menantang para pemain utama AS di pasar global. Sebagian besar dana investasi jumbo tersebut rencananya akan ditutupi oleh keuntungan perusahaan pada tahun 2025 yang menembus angka kisaran US$50 miliar.

"Dihapusnya beban ketidakpastian regulasi di AS telah membuka jalan bagi penilaian ulang terhadap sisa entitas bisnis induk ByteDance," papar Ke Yan, seorang analis teknologi di DZT Research yang berbasis di Singapura. "Bahkan setelah adanya penilaian ulang ini, nilai valuasi perusahaan tersebut masih tergolong murah jika melihat fundamental bisnis yang mereka miliki."

(bbn)

No more pages