Logo Bloomberg Technoz

Valuasi kepemilikan Dimensional Fund Advisors di BUMI setara dengan Rp124,73 miliar, dengan harga perolehan rata-rata atau cost basis per share (average) Rp143,43. Dimensional Fund mulai menghimpit saham BUMI pada September 2022 lalu.

Dengan demikian, Dimensional Fund Advisors masih mencatatkan floating gain sekitar 18,88% pada posisi saham BUMI di level Rp170 per saham sampai penutupan perdagangan sesi I, Selasa (2/6/2026).

Kendati demikian, saham BUMI telah merosot separuh dari harga tertingginya di level Rp464 per saham pada 5 Januari 2026.

Adapun, investor kakap lainnya seperti WisdomTree Inc dan Van Eck Associates Corp turut mengikuti manuver Dimensional Fund untuk melepas sebagian saham BUMI. Kendati belakangan, Van Eck Associates Corp cenderung berbalik arah.

WisdomTree melepas sekitar 10,15 juta saham BUMI selama dua bulan terakhir. Perusahaan manajemen aset global itu kini menghimpit 49,69 juta lembar saham BUMI.

Sementara itu, posisi Van Eck Associates Corp telah berkurang sekitar 9,46 juta lembar sejak awal tahun. Kini Van Eck Associates menghimpit 37,91 juta lembar saham BUMI lewat akumulasi beli yang belakangan berlangsung sejak April 2026.

Di sisi lain, Blackrock Inc mengambil posisi berlawanan. Perusahaan besutan Larry Fink itu menambah taruhan di BUMI dengan memborong sekitar 222,53 juta lembar saham selama dua bulan terakhir. Harga pembelian porsi saham itu di level rata-rata Rp218 per saham.

Lewat akumulasi itu, Blackrock menguasai 2,13 miliar saham BUMI atau setara 0,57% saham beredar dengan harga rata-rata perolehan Rp114,17 per saham. Valuasi kepemilikan Blackrock setara dengan Rp360,64 miliar.

Kinerja Kuartal I

BUMI membukukan laba bersih sekitar US$24,1 juta pada kuartal I-2026, naik 35,2% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan perseroan naik 19,7% menjadi US$417,7 juta.

Mengutip keterangan resmi manajemen, peningkatan volume produksi dan penjualan, dipadukan dengan perbaikan pada strip ratio belakangan berhasil mengkompensasi penurunan harga jual rata-rata batu bara sebesar 10%.

Adapun, margin usaha BUMI bergerak ke level 11,7% berbanding dari posisi tahun sebelumnya di kisaran 8%.

“Ekspansi margin ini ditopang oleh peningkatan volume produksi dan penjualan batu bara, serta perbaikan struktural pada strip ratio,” dikutip dari siaran pers.

BUMI mencatat produksi batu bara sebeesar 19,2 juta ton atau naik 12% secara tahunan. Sementara itu, penjualan batu bara meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton.

Manajemen BUMI menargetkan produksi batu bara tahun penuh 2026 mencapai 76 juta ton sampai 78 juta ton, dengan harga rata-rata diproyeksikan US$60 per ton sampai US$62 per ton.

(naw)

No more pages