Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Purbaya mengumumkan skema dan besaran insentif untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tahun ini.

Untuk roda empat, kata dia, ada yang akan diberikan bebas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100%, dan ada pula yang akan diberikan hanya sebesar 40% saja. Ini akan bergantung terhadap basis bahan baku baterainya.

"Untuk mobil bervariasi, ada yang 100% bebas PPN ditanggung pemerintah, ada yang 40%, tergantung baterai," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sementara itu, untuk roda dua atau motor, pemberian insentif akan diberikan sebesar Rp5 juta. Untuk tahap pertama, pemberian dilakukan masing-masing sebanyak 100.000 unit.

Rencananya, implementasi akan mulai diberlakukan mulai Juni mendatang. Namun, Purbaya mengatakan, besaran anggaran yang disiapkan hingga saat ini masih dihitung.

Tren Data Konsumsi Beragam Kuartal II-2026

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya menambahkan, memasuki triwulan II 2026, aktivitas ekonomi mengalami tren beragam. Dalam hal ini, indeks keyakinan konsumen tercatat agak menurun pada April, meski masih pada level yang tinggi, "bukan level mengkhawatirkan." 

Selanjutnya, data konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik meningkat, begitupula dengan konsumsi semen yang mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah. Artinya, lanjut dia, aktivitas industri mulai jalan.

"Tekanan eksternal masih menjadi tantangan, sehingga perlu waspada dampaknya terhadap aktivitas domestik ke depan," katanya.

(lav)

No more pages