Logo Bloomberg Technoz

Perkembangan terkait potensi terobosan dalam kebuntuan Selat Hormuz memicu gejolak tajam di pasar energi. Dengan jalur pelayaran tersebut masih praktis tertutup bagi pengiriman komersial dan lalu lintas kapal tanker yang sangat terbatas, investor bersiap menghadapi turbulensi lanjutan di pasar minyak dan saham global.

“Volatilitas jelas akan terus berlanjut sampai situasi Iran terselesaikan,” kata strategist senior Wall Street, Louis Navellier. “Jika dalam sebulan arus melalui Selat Hormuz belum kembali normal, harga energi hampir pasti akan lebih tinggi, memicu inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.”

Sebelumnya pada Senin, baik AS maupun Iran menyatakan menolak tawaran terbaru karena dinilai belum cukup untuk mencapai kesepakatan. Gedung Putih menyebut proposal yang disampaikan Teheran melalui mediator pada Minggu tidak menunjukkan kemajuan berarti, menurut laporan Axios. Di sisi lain, Iran menilai tuntutan AS tidak dapat diterima.

Trump beberapa kali mengancam akan melanjutkan aksi militer terhadap Iran, namun belum pernah merealisasikannya. Belum ada konfirmasi langsung dari Teheran mengenai dimulainya kembali perundingan. Trump mengatakan AS siap menyerang jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai, meski tidak menetapkan tenggat waktu.

Di sisi lain, AS pada Senin menerbitkan pengecualian baru yang mengizinkan penjualan minyak mentah dan produk petroleum Rusia yang sudah dimuat di kapal tanker, beberapa hari setelah izin sebelumnya berakhir. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan melalui platform X bahwa lisensi umum baru tersebut “akan membantu menstabilkan pasar fisik minyak mentah.”

Di pasar lain, indeks dolar Bloomberg masih bertahan di zona pelemahan dari sesi sebelumnya. Harga emas naik tipis ke sekitar US$4.580 per ons seiring prospek kesepakatan gencatan senjata AS-Iran meredakan sebagian kekhawatiran inflasi yang sebelumnya membebani logam mulia tersebut.

Yen Jepang bergerak stabil terhadap dolar AS setelah ekonomi negara itu tumbuh jauh lebih cepat dari perkiraan pada awal tahun, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Bank of Japan.

Kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi mengguncang pasar obligasi global, mendorong lonjakan imbal hasil mulai dari Jepang hingga AS. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun bertahan dekat level tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir, di tengah pertimbangan investor antara risiko inflasi berkepanjangan dan optimisme bahwa AS dan Iran pada akhirnya dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

“Lingkungan yang ditandai harga minyak tinggi, kekhawatiran inflasi berkepanjangan, ketidakpastian geopolitik, dan kenaikan premi jangka panjang dapat menciptakan kondisi bagi lonjakan imbal hasil yang saling memperkuat,” ujar Kepala Strategi Pasar Equiti Group, Noureldeen AlHammoury.

Sementara di pasar saham, penurunan pada Senin menjadi pelemahan dua hari berturut-turut pertama bagi indeks S&P 500 bulan ini. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, serta harga minyak yang masih tinggi secara bersamaan mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.

“Pasar saham yang kuat (di luar aksi jual Jumat lalu), kejutan inflasi ke atas, dan pertumbuhan ekonomi yang tetap tangguh kemungkinan tidak bisa bertahan bersamaan tanpa batas,” tulis Kepala Ekonom Wolfe, Stephanie Roth, dalam catatan pada Senin. Menurutnya, “suku bunga kemungkinan akan terus mengalami repricing lebih tinggi sampai pertumbuhan melemah, pasar saham terkoreksi lebih dalam, atau Trump mencapai batas toleransinya dan memilih kesepakatan dengan Iran.”

Pergerakan utama pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 relatif stabil pada pukul 09.07 waktu Tokyo
  • Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,2%
  • Indeks Topix Jepang naik 1,2%
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1%
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,4%

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif stabil
  • Euro stagnan di US$1,1650
  • Yen Jepang stabil di 158,89 per dolar AS
  • Yuan offshore stabil di 6,8002 per dolar AS
  • Dolar Australia stabil di US$0,7166

Kripto

  • Bitcoin naik 0,2% ke US$76.979,37
  • Ether naik 0,6% ke US$2.128,68

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun stabil di 4,59%
  • Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 5,06%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,2% ke US$107,33 per barel
  • Harga emas spot naik 0,4% ke US$4.582,98 per ons

Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages