Selain itu, berbagai alat pendukung modern turut dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi pascapanen. Mulai dari vertical dryer, mobil pemipil, soil tester, pompa tenaga surya, atmospheric water generator, hingga mobil rotary dryer yang memungkinkan pengeringan jagung dilakukan langsung di lapangan tanpa harus segera dibawa ke gudang.
Selain itu, saat ini telah dibangun 18 gudang penyimpanan di lahan Polri yang tersebar di 12 provinsi.
Listyo menyatakan dengan tambahan tersebut, total gudang ketahanan pangan Polri akan mencapai 28 unit, terdiri dari gudang berkapasitas 1.000 ton per unit serta satu unit utama berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Pembangunan gudang ini disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas penyimpanan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan di berbagai daerah, serta mendukung tidak hanya distribusi jagung, tetapi juga beras dan komoditas pangan lainnya.
“Semua ini kita arahkan agar rantai pangan lebih kuat, lebih stabil, dan tidak mudah terganggu,” pungkasnya.
(mef/del)



























