“Sehingga diperoleh margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram,” tambahnya.
Selain ekspor, distribusi dalam negeri juga diperkuat. Di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan di lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan bagian dari perhutanan sosial. Lahan tersebut dikelola melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk kelompok tani hutan dan pelaku industri.
Dari lokasi ini, diperkirakan akan dihasilkan sekitar 600 ton jagung yang seluruhnya akan disalurkan ke Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Polri juga mencatat adanya potensi pengembangan lahan hingga 1,37 juta hektare pada 2026 yang tersebar di seluruh Indonesia, yang akan terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional dan mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan.
(mef/del)



























