Logo Bloomberg Technoz

Melalui APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumatera Selatan, Sinar Mas menunjukkan kesiapan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan mengedepankan pendekatan Integrated Fire Management yang berfokus pada pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui pengerahan Regu Penanggulangan Kebakaran, Tim Reaksi Cepat, patroli udara menggunakan helikopter, pemantauan hotspot berbasis drone, Automatic Weather Station, hingga sistem komunikasi dan situation room terintegrasi selama 24 jam.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan upaya pencegahan karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak mulai dari pemerintah, aparat, masyarakat, hingga sektor usaha.

“Melalui pendekatan Integrated Fire Management, kami memastikan seluruh upaya penanggulangan karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan berbasis masyarakat, pemantauan berbasis teknologi, hingga kesiapan respon cepat di lapangan. Namun, kami meyakini bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah, aparat, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Semangat gotong royong dan nilai-nilai luhur kebersamaan harus terus kita hidupkan, agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Suhendra.

Upaya pencegahan yang dilakukan APP Group bersama mitra pemasoknya juga melibatkan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Alam yang telah berjalan di 31 desa di wilayah OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Program tersebut melibatkan 633 anggota Masyarakat Peduli Api yang aktif menjalankan patroli terpadu, sosialisasi, dan edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengapresiasi langkah Sinar Mas melalui APP Group yang dinilai konsisten mengedepankan pencegahan terintegrasi berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Herman Deru, pendekatan yang dilakukan APP Group menunjukkan adanya komitmen berkelanjutan dari sektor usaha dalam membantu pemerintah menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Karena kita tidak boleh menunggu hingga api membesar sehingga pencegahan harus menjadi prioritas utama,” kata Herman Deru.

(tim)

No more pages