Logo Bloomberg Technoz

Pada 11 dan 12 April 2026, dr. Myta masih menjalani jadwal jaga pagi dan malam di IGD dalam kondisi batuk dan pilek. Saat itu, ia disebut sempat mendapatkan obat dari dokter IGD. Sehari kemudian, 13 April 2026, korban kembali mendapat infus dan obat karena mengalami demam.

Kondisi dr. Myta kemudian memburuk pada 15 April 2026. Rudi mengatakan korban sempat ditemukan rekan sejawat di bawah tangga tempat kos dalam kondisi linglung dan ingin tetap bekerja. “dr. MAA ditemukan oleh rekan internship di bawah tangga tempat kost masih menggunakan scrub dan mengatakan ingin jaga,” ujarnya.

Di hari yang sama, dr. Myta juga sempat mengirim pesan suara kepada rekan internship untuk meminta pergantian jadwal jaga. Dalam voice note tersebut, terdengar napas korban sudah sesak.

Pada 21 April 2026, dr. Myta masuk ke IGD RSUD Raden Mattaher Jambi dengan keluhan batuk dan sesak napas. Namun setelah pemeriksaan oleh DPJP, korban diperbolehkan pulang. 

Selanjutnya pada 24 April 2026, keluarga merencanakan kontrol ulang ke poli pada 29 April, meski hasil pemeriksaan sebelumnya disebut belum diterima pihak keluarga.

Kemenkes juga menjelaskan dr. Myta sempat melakukan perjalanan darat cukup panjang. Pada 24-25 April 2026, korban melakukan perjalanan sekitar 120 kilometer selama tiga jam menuju Kuala Jambi menggunakan kendaraan pribadi karena ingin kembali bekerja. Namun ibunya sempat berkonsultasi dengan dokter pendamping agar korban kembali beristirahat di rumah.

Perjalanan kembali dilakukan pada 26 April 2026 dari wilayah Ogan Komering menuju Palembang dengan jarak sekitar 324 kilometer atau enam jam perjalanan darat. Setibanya di Palembang sekitar pukul 16.00 WIB, korban sempat dibawa ke klinik milik pamannya sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang melalui sistem rujukan terintegrasi Sisrute.

“Pada 27 April pukul 01.00 WIB, dr. MAA tiba di IGD RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dalam keadaan sakit,” kata Rudi.

Dalam slide pemaparan Kemenkes, dr. Myta kemudian dirawat di ruang isolasi infeksi sebelum dipindahkan ke ICU dan dipasang ventilator pada 27 April 2026. 

Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari, dr. Myta dinyatakan meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat kondisi paru-paru berat.

(dec)

No more pages