Logo Bloomberg Technoz

“Tahun lalu rata-rata pertumbuhan nasional sekitar 5%, sementara sektor ekraf itu di 6,5%. Mudah-mudahan tahun ini minimal sama atau bahkan lebih baik lagi,” katanya.

Riefky menjelaskan optimismenya juga ditopang sejumlah indikator kinerja utama (IKU) yang ditetapkan Presiden dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Salah satu indikator tersebut adalah ekspor ekonomi kreatif yang ditargetkan mencapai US$26,4 miliar pada 2025.

Menurut dia, realisasi ekspor ekraf justru melampaui target. “Capaian ekspor ekonomi kreatif pada tahun 2025 mencapai 120% dari target,” ujarnya.

Selain ekspor, investasi sektor ekonomi kreatif juga menunjukkan kinerja positif. Pemerintah menargetkan investasi ekraf sebesar Rp134 triliun pada 2025, namun realisasinya disebut mencapai sekitar Rp180 triliun atau setara 130% dari target.

“Kemudian investasi sektor ekraf ditargetkan Rp134 triliun, achievement-nya 130% karena mencapai Rp180 triliun,” kata Riefky.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor ekonomi kreatif juga dinilai terus berkembang. Berdasarkan data BPS dan BKPM, jumlah tenaga kerja di sektor ekraf pada 2025 mencapai 27,4 juta orang, lebih tinggi dibandingkan dengan target 25,5 juta pekerja.

“Tenaga kerja ekraf di 2025 ditargetkan 25,5 juta, capaiannya berdasarkan data BPS adalah 27,4 juta. Jadi melebihi sekitar 1,9 juta,” ujar dia.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tumbuh 5,3% secara tahunan, menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy, yang merupakan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022.

(dec/spt)

No more pages