Saat ini, UE berada di bawah tekanan besar dari AS untuk segera meratifikasi pakta perdagangan tersebut. Pekan lalu, Trump mengancam akan menaikkan bea masuk pada mobil dan truk asal Uni Eropa menjadi 25% dari posisi sebelumnya sebesar 15%. Ia menuduh pihak Uni Eropa lamban dalam mengadopsi kesepakatan tersebut.
Berdasarkan kesepakatan awal, UE setuju untuk menghapuskan pungutan pada barang-barang industri AS. Sebagai imbalannya, AS akan memberikan plafon tarif sebesar 15% pada sebagian besar produk UE, termasuk otomotif. Sejauh ini, AS telah menerapkan sebagian janji tersebut, sementara Uni Eropa masih berkutat dengan proses legislasi internal mereka.
Duta Besar AS untuk UE Andrew Puzder menyatakan pada hari Rabu bahwa UE harus bersiap menghadapi tarif otomotif yang lebih tinggi dalam "waktu dekat" jika tidak ada kemajuan signifikan pekan ini.
(bbn)































