Berdasarkan wilayah, distribusi lansia di Indonesia juga tidak merata. Provinsi dengan persentase lansia tertinggi adalah Yogyakarta dengan angka mencapai 17,83%.
“Yogyakarta memiliki lansia tertinggi 17,83%. Penduduk lansia terendah di Papua Tengah 6,71%,” ujar Amalia.
Selain Yogyakarta, provinsi dengan persentase lansia tinggi lainnya adalah Jawa Timur sebesar 15,45% dan Bali sebesar 15,07%.
Sementara itu, wilayah dengan persentase lansia terendah berada di kawasan timur Indonesia, yakni Papua Tengah (6,71%), Papua Barat (6,77%), dan Papua Selatan (6,81%).
SUPAS 2025 juga mengungkap sumber utama penghidupan lansia di Indonesia. Amalia mengatakan sebagian besar lansia masih bergantung pada keluarga sebagai sumber utama.
“Sebagian besar lansia memperoleh uang atau barang dari keluarga, baik suami atau istri, anak atau menantu, maupun saudara lainnya, dengan proporsi sebesar 48,56%,” jelasnya.
Selain itu, sumber penghasilan lansia juga berasal dari pekerjaan dengan kontribusi sebesar 37,72%. Sementara itu, sebagian lainnya mengandalkan uang pensiun (8,82%), jaminan sosial atau bantuan sosial (2,42%), serta sumber lainnya (1,35%).
“Kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah, yakni 1,13%,” ujar Amalia.
Selain peningkatan jumlah, komposisi penduduk Indonesia juga mengalami pergeseran struktur umur. Amalia menyebutkan, kelompok usia muda semakin menyempit, sementara kelompok usia lanjut semakin melebar.
“Komposisi penduduk menurut kelompok umur menunjukkan pergeseran, yaitu menyempit pada usia 0–14 tahun dan melebar pada usia 65 tahun ke atas,” tuturnya.
(dec)






























