Dalam paparannya, BPS merinci ekonomi RI pada kuartal I-2022 tumbuh 5,02%; kuartal II-2022 5,46%; kuartal III-2022 5,73; dan kuartal IV-2022 5,01%.
Kemudian kuartal I-2023 tumbuh 5,04%; kuartal II-2023 5,17%; kuartal III-2023 4,94%; kuartal IV-2023 5,04%. Selanjutnya kuartal I-2024 tumbuh 5,11%; kuartal II-2024 5,05%; kuartal III-2024 4,95%; kuartal IV-2024 5,02%. Lalu kuartal I-2025 tumbuh 4,87%; kuartal II-2025 5,12%; kuartal III-2025 5,04%; kuartal IV-2025 5,39%.
Sebelumnya, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61% secara tahunan (yoy) dibanding ekonomi kuartal I 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus dari hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis yang memperkirakan ekonomi Indonesia melambat ke level 5,3% secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.
"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 secara tahunan dibanding kuartal I-2025 tumbuh 5,61%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik," ujar Amalia.
Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 yang saat itu tercatat 4,87% (yoy). Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mengalami kontraksi 0,77% secara triwulanan (q-t-q) dibanding kuartal IV-2025.
(lav)




























