Ia menyebut adanya relaksasi ekspor konsentrat oleh kementerian ESDM semenjak 14 Oktober 2025 menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya ekspor hasil olahan logam di NTB.
Selain Bali dan Nusa Tenggara, Sulawesi juga mencatatkan pertumbuhan perekonomian yang cukup tinggi yakni sebesar 6,95% sementara pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 5,79%.
Sementara pertumbuhan ekonomi di Kalimantan justru mencatatkan penurunan ke level 4,08% di sepanjang kuartal I-2026, turun dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang mencatat pertumbuhan ekonomi 4,31%.
Sebagai informasi, BPS melaporkan bahwa pada kuartal I-2026, perekonomian mencatatkan pertumbuhan di seluruh wilayah yang ada di Indonesia dengan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB mencapai 57,24%. Sementara itu, kontribusi Pulau Sumatra terhadap PDB adalah sebesar 22,08%.
Sebelumnya diberitakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% secara year on year. Pertumbuhan Ekonomi tersebut berdasarkan pada Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.
Dia menyebutkan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 yang saat itu tercatat 4,87% (yoy).
Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mengalami kontraksi 0,77% secara triwulanan (q-t-q) dibanding kuartal IV-2025.
(ell)





























