Purbaya menekankan bahwa subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah hanya diberikan kepada masyarakat kelas bawah dan tidak menyasar masyarakat kelas atas.
Dalam pemaparan tersebut diperlihatkan bahwa subsidi BBM mencatatkan kenaikan sebesar 9,2% menjadi 3.173,6 ribu kilo liter di sepanjang kuartal I-2026, lebih tinggi dibandingkan tahun Kuartal I- 2025 sebesar 2.906,7 ribu kilo liter.
Sementara subsidi LPG juga melonjak menjadi 1.419,5 juta kg di kuartal I-2026 atau naik 3,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 1.368 juta kg.
Subsidi listrik digelontorkan kepada 42,9 juta pelanggan pada tiga bulan pertama tahun 2026, naik 2,4% secara year-on-year.
Subsidi yang naik paling signifikan adalah subsidi pupuk yang melonjak 13,6% menjadi 1,9 juta ton di kuartal I-2026, lebih tinggi ketimbang kuartal I-2025 sebesar 1,7 juta ton.
(ell)




























